YUNA FINAL FANTASY X-2


Yuna

So,this is my life now,we travel from place to place and the days just seem to fly by.. But sometimes,I find myself stoping…and I’m listening for your whistle.”

Name : Yuna
Romaji : Yuna
Voice Actor : Mayuko Aoki (Japan) ; Hedy Burress (U.S.)
Age : 19
Height : 5’3” (161 cm)
Eye Color : Blue (Left) & Green (Right)
Hair Color : Brown
Laterality : Right-Handed
Home : Besaid Island

Yuna merupakan anak dari High Summoner Braska dengan seorang wanita Al Bhed yang merupakan adik dari Cid, pemimpin fraksi Al Bhed sekaligus ayah dari Rikku. Hal ini menjadikannya sebagai sepupu dari Rikku, serta membuatnya mengidap Heterochromia, yaitu kelainan warna bola mata dimana warna mata yang satu berbeda dengan warna yang lain. Warna hijau di mata kanannya mirip dengan warna mata hijau yang menjadi karakteristik suku Al Bhed.
Setelah Ending dari Final Fantasy X , Yuna hidup dengan tenang di kampung halamannya, Besaid Village, hingga suatu hari Rikku datang dan memperlihatkan sebuah sphere yang menampilkan seorang pemuda yang sangat mirip dengan Tidus, pria yang dicintainya. Tertarik untuk mengetahui kebenarannya, Yuna memutuskan untuk bergabung dengan kelompok Sphere Hunter yang dibentuk Rikku, The Gullwings, dan sekali lagi kembali berpetualang di Spira untuk mencari tahu keberadaan Tidus.

Personality
Dalam Final Fantasy X, Yuna digambarkan sebagai wanita anggun yang sopan dan kalem, serta selalu menempatkan kepentingan orang lain di atas kepentingan dirinya sendiri. Ia bersedia untuk mengorbankan kepentingannya sendiri apabila hal tersebut dapat membantu untuk menghapus atau meringankan beban orang lain.
Yuna banyak mengalami perubahan di Final Fantasy X-2, mulai dari sifatnya yang menjadi mirip dengan Rikku (periang, enerjik, dan terkadang suka bertindak semaunya) hingga penampilannya yang berubah seratus delapan puluh derajat. Jika Yuna menggunakan kimono anggun pada Final Fantasy X, maka pakaian standar yang dipakainya di sini adalah tank top berkerudung yang nyaris memperlihatkan (maaf) payudara serta pusarnya, dipadukan dengan hot pants.
Selain hal tersebut, Yuna sudah mulai berani untuk lebih mengekspesikan dirinya dan belajar untuk mengetahui bahwa mengorbankan banyak hal demi mencapai suatu kemenangan merupakan hal yang menyedihkan dan sebisa mungkin tidak dilakukan. Hal ini tertanam dalam dirinya akibat pengaruh dari Rikku dan Tidus.

Storyline
Yuna hidup dengan damai di Besaid, tetapi dia merasa kesepian karena kepergian Tidus… Sampai suatu hari Rikku datang dan memperlihatkan sebuah sphere yang menampilkan seseorang berwajah mirip Tidus, meringkuk di balik jeruji besi. Kaget dengan penemuan ini, Yuna langsung bergabung dengan Gullwings—kelompok Sphere Hunter para Al Bhed—dan membentuk trio YuRiPa (Yuna-Rikku-Paine).
Dalam perjalanan memburu sphere, Gullwings bersaing dengan grup Sphere Hunter lain, LeBlanc Syndicate. Kelompok yang diketuai oleh LeBlanc ini sering menggerecoki Yuna dan kawan-kawan; mulai dari menyamar jadi Yuna dan menggelar konser di Luca, sampai mencuri sphere dari Gullwings. Meski begitu, ada kalanya mereka melakukan gencatan senjata.
Tetapi petualangan Yuna tidak sesimpel yang dibayangkan. Ternyata orang yang ada di sphere bukanlah Tidus, melainkan Shuyin. Shuyin sendiri berasal dari masa 1000 tahun silam. Sekarang dia berambisi menghancurkan Spira. Dan dress sphere Songstress yang selama ini Yuna pakai adalah milik Lenne, kekasih Shuyin.
Masalah semakin rumit saat perang pecah dimana-mana. Faksi-faksi besar saling menyerang dan menimbulkan banyak korban. Tetapi Yuna tidak tinggal diam. Dia mengumpulkan pihak-pihak yang bertikai dan menggelar konser di Thunder Plains. Ketika menyanyikan lagu 1000 no Kotoba, muncul cuplikan masa lalu Shuyin dan Lenne yang hidupnya berakhir tragis karena perang.
Setelah itu Yuna pergi ke Farplane untuk menemui Shuyin. Berkat dress sphere Songstress Lenne, dia jadi tahu perasaan Lenne dan menyampaikannya kepada Shuyin. Awalnya Shuyin mengira Yuna adalah Lenne. Tapi setelah menyadari Yuna bukan Lenne, Shuyin menyerang Yuna.
Selesai pertarungan, Lenne muncul dan menenangkan Shuyin. Akhirnya Shuyin menyerah dan mereka perlahan menghilang, akhirnya bisa beristirahat dengan tenang di Farplane.
Setelah itu Yuna bertemu dengan Bahamut Fayth. Bocah itu menanyakan apakah Yuna ingin menghabiskan waktu bersama Tidus kembali. Yuna menjawab “ya”, dan Bahamut Fayth mengusahakan agar Tidus bisa ‘hidup’ kembali.
Misi selesai, Yuna pun pulang ke Besaid. Saat melihat Tidus di pantai; dia langsung terjun dari pesawat, berlari ke arah Tidus, dan mereka berpelukan. Perjuangan Yuna selama ini tidak sia-sia; berkat rasa cintanya yang sangat dalam, Tidus bukan lagi sekedar ‘mimpi’. Pasangan ini pun hidup dengan bahagia…

“So much has happened! And I’m sure it’s only the beginning. Through the smiles, tears… through the anger, and the laughter that follows. I know that I will keep changing. This is my story. It will be a good one. It all began when I saw this sphere of you.” – Yuna

Love for Tidus
Meskipun dua tahun telah berlalu sejak ending dari Final Fantasy X, Yuna masih tetap mencintai Tidus dan selalu berharap agar suatu saat dapat bertemu kembali dengannya. Ia sangat senang dan antusias ketika Rikku datang kepadanya memperlihatkan Sphere yang menampilkan pemuda yang mirip dengan Tidus. Hal ini membuat Yuna memutuskan untuk bergabung dengan Gullwings dan bertualang dengan berpegang pada keyakinan bahwa Tidus masih hidup di suatu tempat dan sedang menunggunya.
Tergantung dari persentase kelengkapan permainan, Yuna dapat bertemu kembali dengan Tidus di akhir game sebagai bayangannya saja, atau benar-benar menghidupkannya sehingga mereka dapat bersatu kembali.

I gave in, I accepted, I believed. I allowed it to be true. I thought I’d be able to go through with it without ever doubting myself. But I…It hurt so much.” —Yuna

In Battle
Yuna dapat menggunakan seluruh Common Dressphere, sedangkan Dressphere yang dipakainya pertama kali (Default Dressphere) adalah Gunner Dressphere, dengan senjata berupa Dual Gun yang diberi nama Tiny Bee Pistols.
Terdapat satu hal yang menarik pada Warrior Dressphere yang digunakan Yuna, di mana Battle Stance dan Weapon yang digunakan oleh Yuna sama persis dengan Tidus di Final Fantasy X. Dalam Dressphere ini, Yuna menggunakan Brotherhood Sword, sedangkan dalam Dark Knight Dressphere, senjata yang digunakannya adalah Caladbolg. Keduanya merupakan senjata spesial Tidus dalam Final Fantasy X.
Data Dressphere khusus untuk Yuna :
Default Dressphere : Gunner
Mascot Dressphere : Moogle Costume
Lady Luck Dressphere : Spade Deck Theme
Trainer Dressphere : Lion Dog bernama Kogoro
Special Dressphere : Floral Fallal

A girl’s best friend.” —Yuna to Kogoro

Theme Song
Dalam Final Fantasy X, Yuna memiliki Theme Song yang merupakan modifikasi dari Theme Song FF X , yaitu Suteki da ne; serta tidak memiliki nama khusus seperti Rikku dan Paine.
Yuna’s Theme di Final Fantasy X-2 bukan merupakan modifikasi, melainkan lagu baru yang mencerminkan perubahan sifat Yuna yang berubah menjadi lebih periang dan enerjik. Lagu tersebut memiliki beat yang lebih cepat dengan nuansa pop.

Trivia
–  Nama Yuna merupakan bahasa Jepang dari bunga laut Sea Hibiscus. Special Dressphere Floral Fallal yang digunakannya juga memiliki gambaran yang sama dengan bunga
tersebut.
–  Kogoro (Pet milik Yuna dalam dressphere Trainer) memiliki kemiripan wujud fisik dengan peliharaan Aeon Yojimbo yang bernama Daigoro.
–  Yuna tampil dalam suatu film pendek yang berjudul Dead Fantasy yang dibuat oleh fans FF dan Dead or Alive. Dalam Dead Fantasy I dan II, Yuna tampil menggunakan Gunner Dressphere, sedangkan dalam Dead Fantasy IV ia sempat tampil dengan Summoner Outfit sebelum kembali menggunakan Gunner Dressphere.
–  Yuna tampil bersama Rikku dan Paine di Kingdom Hearts II, di mana mereka bertiga tampil sebagai peri kecil dengan nama YuRiPa. Gullwings keychain Sora didapatkan dari mereka.
–  Pada saat adegan pembuka di mana Rikku dan Paine mengejar Yuna palsu di awal game Final Fantasy X-2, Yuna yang asli dapat ditemukan sedang bersembunyi di sekitar peti kayu yang berada di Dock 2, mengenakan Moogle Dressphere.
–  Yuna dapat menahan nafasnya di dalam air selama kurang lebih 5 menit, terlihat dari kemampuannya bermain blitzball

SEBELUMNYA liat FINAL FANTASY X 
Tambahan : Di liat sebentar ya…

DARI : http://ffcrystalesia.com/charactersffx2/yuna

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.